Kamis, 24 Agustus 2017


Pesta Berdarah

     "Lain sekolah lain cerita misteri" kata Amir , saat itu Amir menceritakan kepada Luna , Luna merupakan anak yang pintar di angkatan nya , namun ia tidak terima kalau salah satu pelajarannya jelek atau kalah dari orang lain , ia akan membalas dendam kepada orang tersebut , berbeda dengan Amir yang selalu percaya hal mistis , dan mudah dibodohi , " katanya sekolah kita ada yang meninggal karena terbakar di Lab Kimia , kejadiannya waktu  itu hari kamis siang dan berlangsung nya pesta ulang tahun sekolah yang ke-17 , katanya ia akan datang balas dendam kepada orang yang tidak mau menolongnya , terutama saat pesta" lanjut Amir.

     " Kring...." bel sekolah pun berbunyi , semua anak berlarian masuk ke kelas masing-masing , Bu Rin guru kimia sekaligus wali kelas dari Luna pun masuk untuk memberikan pengumuman "Dengar kita akan menyambut ulang tahun sekolah yang ke-57 dan pelaksaannya adalah Kamis malam , semua wajib datang ! , yang kedua adalah pembagian nilai test kemaren , yang mendapatkan nilai kutang dari kkm silakan maju untuk mengadakan remedial" , semua anak pun maju kecuali Rain dan Sella , mereka memang pandai dalam hal kimia bahkan mereka mendapatkan julukan "duo Kimia" , hal ini membuat rasa ingin membalaskan dendam muncul terhadap Rain , Rain memang anak yang tidak pernah akur dengan Luna ,karena sifatnya yang diam itu membuat jengkel si Luna.

     Sesuai pelajaran semua anak berhamburan keluar kelas untuk mempersiapkan diri mereka menyambut ulang tahun yang ke-57 , dan yang tersisa adalah Rain , Sella , dan Luna , mereka memang memiliki hari jadwal piket yang sama ,  Amir dari kelas SMK pun datang untuk menghampiri Luna  , setelah tugas piket Luna menceritakan apa yang terjadi dikelas , Amir hanya mendengarkan tanpa komentar , saat mereka terdiam tiba-tiba ada sebuah ide untuk mengahabis nyawa Rain saat kamis malam seusai mitos yang beredar dikalangan sekolah tahun 17 an.

     Kamis malam pun tiba , para gadis pun datang menggunakan gaun yang indah , begitu pula dengan para lelaki dengan blezzer yang gelap , acara diadakan tepat di stadium olahraga yang berada di sebelah Laboratorium Kimia yang terbakar , sebelum memulai acara Amir sebagai fotogtapher maju kedepan untuk menceritakan apa yang terjadi di hari kamis saat gedung kimia terbakar , Amir juga meminta untuk tidak kesana sendirian , kemudian acara pun dimulai dengan meriah termasuk dengan Rain , pertengahan acara pun Rain keluar untuk ke toilet dan diikuti oleh seorang lelaki dari belakang , ia disekap dengan kain dan dia dibawa ke gedung lab kimia yang terbakar itu.

    Rain pun dilempar kedalam gedung itu dan seseorang lagi melempar racun udara yang berasal dari air tersebut , setelah menunggu 20 menit kedua orang itu masuk dan membuka jendela lebar-lebar agar udara tersebut keluar , kemudian seorang lagi melaksanakan aksinya agar seperti kesan kalau-kalau ia dibunuh oleh makhluk kasat mata , dan orang tersebut berlari ke stadium untuk mengumumkan bahwa Hantu itu telah bertindak dan yang menjadi korban ialah RAIN.

     Semua anak dan guru pun kaget , dan berusaha menelpon polisi , namun hal itu tidak memungkinkan karena tidak ada signal dalam ruangan , dan pada saat itu hujan turun sangat lebat , "Ini gk bisa dibiarkan , ayo Leon temani aku ke Lab Kimia itu , kita mengendap ngendap agar tidak ada orang yang tahu kalau kita kesana" kata Sella ke Leon , Leon pun menganggukan kepala , kemudian mereka mengendap ngendap ke lab kimia itu.

     Disana mereka mulai mencari bukti , Leon menemukan botol cat merah darah yang baru saja terbuka , pecahan botol larutan yang bersimbolkan racun diudara , pisau skenario ,  dan cairan ungu yang keluar dari mulut , sedangkan Sella menemukan secarik kertas  yang ada didalam baju " 71,11/95,77" dengan berlumuran darah , bekas lap merah  yang ditempel dibagian mulut dan mengering , lap basah , dan jejak gelang disekitar tangan korban. Mereka berdua mencoba untuk membuat sebuah hipotesa tentang pembunuhan itu , mereka mencoba mereka tentang apa yang terjadi , Sella mencoba mencocokan angka-angka itu , ia mencari sebuah tabel periodik yang ada disekitarnya dan mereka mengetahui siapa pelaku pembunuhanannya , dan mereka kembali ke stadium.

    Lampu stadium dibuat mati oleh Leon , kemudian Leon dan Sella masuk dan menyuruh semua menyalakan flashlight di hp mereka dan menyinarinya di atas muka kalian , Leon berkata " Gw sama Sella telah tahu kenapa Rain terbunuh , ia tidak terbunuh oleh hantu , melainkan orang yang berada disinilah yang membunuh" "Jadi tolong sinari lampu flashlight kalian kepada sang pelaku" sambung Sella, semua anak menyinari flash mereka kepada pelaku tersebut ada yang menyinari guru dan ada yang menyinari diri sendiri termasuk Amir dan Luna , "oke yang menyinari flash ke teman kalian matikan hp itu " setelah Leon melihat secara keseluruhan, "tahan yang masih menyinari diri kalian sendiri" lanjut Sella , hampir 3/4 bagian mematikan hp.

    "Oke untuk yang kedua yang merasa bagian pakain kalian basah   jangan matikan hp " lanjut Leon , dari seperempat ruangan tersebut yang tersisa adalah 5 orang dan mereka maju kedepan " baiklah gue akan menjelaskan kepada lu semua , dan disini gue bersama Leon akan memberikan pelaku yang membunuh si Rain" lanjut Sella , semua murid makin kaget dan bingung siapa pelakunya , para guru hanya terdiam dan mendengarkan , tiba tiba lampu menyala dan stadium itu berubah Leon , Bu Rin , Sella , dan kelima orang tersebut menuju ke lab kimia tersebut , serta layar Live pun menyala.

     "Oke para temen gue di stadium dan guru-guru kita akan memulai secara live ,lu semua gk gue bawa karena takut hanya mengacaukan saja " Kata Leon , " oke sebenarnya Rain tidak dibunuh oleh hantu seperti yang gue bilang tadi , dan dia juga tidak bunuh diri , melainkan dibunuh oleh para tersangka ini , kalau dilihat dari posisinya ini telah mengambil seluruh ruangan jadi kita akan melihat apa yang telah ditemukan disini , pertama adalah bekas gelang ditangan korban sebelum itu korban sempat memberontak saat ia ditangkap dan disekap oleh tersangka yang membuat lipstik korban luntur ke lap tersebut , selain itu pelaku juga terbunuh dengan racun yang menyebar di sekitar ruangan , lihatlah botolnya ( sambil menunjukan botol larutan) belum sampai disitu untuk memastikan si korban meninggal korban di minum kan racun yang sama" kata Sella.

     "Selanjutnya si tersangka masuk dan menutup mulut mereka dengan lap agar tidak terhirup racun itu , dan dilempar begitu saja , sebenarnya pisau berlumuran darah ini adalah pisau skenario yang dibuat sama dan dan tidak berbahaya , serta darah ini adalah cat merah darah yang digunakan di perfilman ( sambil menujukan botol cat yang baru dibuka tersebut) , yang mengejutkan adalah ternyata si korban masih bisa menulis kertas hang berisikan angka adalah 71,11/95,77 pelaku ini sangatlah jelas sekali , dan pelakunya adalah" Lanjut Leon

     "Kalau kita lihat di tabel peridok itu akan jelas pelakunya , seorang anak kimia yang begitu menyukai pelajaran Bu Rin itu tidak pernah melupakan lambang dalam tabel tersebut , langsung saja Bu Rin bacakan lambang yang ada di tabel tersebut" sambil mempersilakan kepada Bu Rin , semua anak teggang siapa pelakunya , kata Bu Rin " baik live action saya ambil ahli, dalam tabel peridoik 71 lambang "Lu", 11 lambang "Na" , 95 lambang "Am" dan yang paling terkhir 77 lambang "Ir" dikembalikan" , sambung Leon " jadi pelakunya sudah jelaskan kalau pelakunya adalah Luna dan Amir , jawablah dengan JUJUR!!!".

     Semua anak kaget dan tercengang akan aksi itu , tiba-tiba polisi datang dan memborgol tangan Amir dan Luna , dan dengan bersamaan kedua orang tersebut menangis melihat anak mereka ditahan dan dibawa ke polisi , Luna pun berkata "pasti akan ada pembunuhan pembunuhan selanjutnya , apakah target selanjutnya anda atau orang yang anda cintai".





































21 komentar:

  1. Seru dan menarik banget joo ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  2. Ntapss jonaa cerpen nya gapernah gaseru dah!

    BalasHapus
  3. Gilak jo ..
    Panjang bangett..
    Cocok jdi penulis jo ...
    :)

    BalasHapus
  4. Keren jo! Bikin cerita lagi jo ๐Ÿ˜„

    BalasHapus
  5. dah keren jo ceritanya๐Ÿ‘๐Ÿ‘kapan2 ajarin gua bikin cerita bisa kali wkwkw. tapi tanda bacanya banyak yang salah jo hehe:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih jejes , saran dari anda akan saya perbaiki di blog selanjutnya

      Hapus
  6. Dari segi cerita sudah lumayan jelas arahnya, tetapi ada beberapa kata yang terkesan kurang cocok dengan ceritanya seperti kata "anak" menjadi "murid", selain itu tanda baca juga hrus diperhatikan. Disamping itu semua, menurut saya udh bagus sih. Tidak sia-sia saya membaca cerita ini selama 5 menit lebih. Semoga komentar saya ini bisa kamu terima sebagai masukkan yang bersifat membangun ya. Peace✌✌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih , atas saran dan komentar anda , saya tidak akan memperbaiki di cerita selanjutnya atau tulisan berikutnya terimakasih

      Hapus
  7. Gileee2 best, gamau berenti baca

    BalasHapus
  8. Good job for a new blogger, hopefuly improve ur writting and blogging skills!! Feels great to read ur story, see ya on your next story!!!! I'm counting on u,bro ๐Ÿ˜€

    BalasHapus
  9. Tanda baca dan beberapa kata ada yang kurang tepat, tapi selebihnya Kerenn..bikin lanjutannya joo.. Di tunggu season 2 nya... Pasti gw bakal baca... Penasarann buehehe❤

    BalasHapus
  10. Keren jo.... Bikin cerita lagi jo... ����

    BalasHapus