1.Apa itu Hikayat ? Hikayat merupakan suatu prosa terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan sebuah kisah cerita , dan dongeng. Umumnya dalam Hikayat ini menceritakan tentang sebuah kehidupan keluarga bangsawan , atau orang suci , ataupun orang ternama lainya yang memiliki kehebatan , keanehan , dan mukzijat yang dialami oleh tokoh tersebut , biasanya Hikayat mirip seperti sejarah , atau cerita orang hebat yang memiliki keanehan atau mukzijat dalam hidupnya
Hikayat ini juga berfungsi untuk membangkitkan rasa semangat juang , sebagai hiburan bagi membacanya , atau media yang dipakai untuk meramaikan suatu acara.
2. Sejarah singkat Hikayat ?
Sama dengan yang lain , Hikayat memiliki sejarah sama dengan yang lain , sejarahnya bermula dari
2. Sejarah singkat Hikayat ?
Sama dengan yang lain , Hikayat memiliki sejarah sama dengan yang lain , sejarahnya bermula dari
2. Struktur dari Hikayat ?
Dalam Hikayat memiliki sebuah struktur seperti cerita diantaranya :
- Tema : merupakan sebuah gagasan atau cerita yang akan dibahas.
- Alur : merupakan jalan awal cerita atau peristiwa.
- Latar : Menggambarkan suasana , waktu , dan tempat dalam suatu cerita yang di kisah kan.
- Tokoh : merupakan karakter , atau pemeran ( baik itu tokoh sampingan , tokoh utama , tokoh pembantuan , dan lain-lain) yang tercatat atau tertulis dalam cerita tersebut.
- Amanat : Pesan yang disampaikan oleh penulis ( seperti cerita , dongeng , dan lain-laon ) ataupun disampaikan langsung ( seperti tokoh-tokoh perjuangan dalam sejarah ) yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
- Sudut Pandang : merupakan pusat pengisahan dan dari mana suatu kisah itu dimulai.
- Gaya : merupakan bagaimana penulis menyajikan atau menyampaikan ceritanya , baik itu dalam gaya bahasa ataupun unsur-unsur yang dipakai oleh penulis untuk membuat kita seperti berada dalam cerita tersebut.
3.Ciri-ciri yang dipakai dalam Hikayat
-Ciri yang utama adalah menggunakan Bahasa Melayu
-Bersifat statis yang artinya bersifat kaku dan tetap.
-Anonim yang artinya penulis cerita tersebut masih tidak diketahui pengarangnya , atau yang orang sebut adalah Anoymus ( Tanpa Nama)
-Pralogis yang artinya masih ada didalam cerita yang masih tidak masuk di akal.
-Kata yang digunakan , menggunakan bahasa yang arkhais , yang berarti menggunakan bahasa-bahasa yang tidak lazim pada zaman sekarang ini.
4. Tujuan dari cerita Hikayat bagi para membacanya :
Cerita Hikayat kadang membuat beberapa orang bingung saat membacanya karena , kadang dalam ceritanya masih ada menggunakan bahasa yang arkhais ( bahasa yang masih ada dalam cerita tersebut yang tidak lazim). Namun diantara itu semua , ternyata dalam Hikayat terdapat tujuan (sisi positif) diantaranya :
- Membangkitkan rasa semangat bagi para membacanya.
- Untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah yang terjadi di masa lampau
- Mengetahui beberapa tokoh-tokoh yang mempunyai keajaiban dalam kehidupannya.
5. Jenis - Jenis Hikayat
Dalam Hikayat ini terdapat beberapa jenisnya , kita dapat melihatnya dari Historis ( Sejarah ) maupun bagian isinya
*Jenis Hikayat dari Historis atau sejarahnya :
Dalam hal ini , kita dapat melihatnya dari 3 unsur diantaranya
- Hikayat berunsur Hindu , yaitu Hikayat yang berinduk pada dua hikayat utama diantaranya yaitu Hikayat Sri Rama dan Mahabarata , dari kedua kisah ini , akhirnya berkembang menjadi hikayat hikayat lainnya seperti : Hikayat Pandawa Lima dan Hikayat Sri Rama.
-Hikayat berunsur Hindu-Islam yaitu hikayat yang sudah terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.Hikayat ini merupakan hikayat yang berawal dari tradisi Hindu , kemudian diubah sesuai dengan masuknya unsur-unsur Islam , contohnya adalah Hikayat Jaya Lengkara , Hikayat Si Miskin , dan Hikayat Inderapitera.
- Hikayat berunsur Islam yaitu hikayat yang hanya berunsur Islam dan berasal dari tradisi sastra Arab-Persia , contohnya : adalah Hikayat tentang cerita Hikayat 1001 Malam ( Abunawas) , Hikayat Qamar , al-zaman , dan sebagainya.
*Jenis Hikayat dari Bagian isinya
Berdasarkan isinya hikayat bagian isi juga dilihat dari 3 diantaranya :
- Jenis Rekaan contohnya Hikayat Malim Dewa .
- Jenis sejarah contohnya Hikayat Hang Tuah , Hikayat Pattani , dan Hikayat Raja-Raja Pasal
- Jenis biografi contohnya Hikayat Abbudalah dan Hikayat Sultan Ibrahim bin Adam.
6. Contoh Singkat dari cerita a
Hai semuanya , pada kesempatan ini saya akan membawakan artikel berupa hikayat.
1.Apa itu Hikayat ? Hikayat merupakan suatu prosa terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan sebuah kisah cerita , dan dongeng. Umumnya dalam Hikayat ini menceritakan tentang sebuah kehidupan keluarga bangsawan , atau orang suci , ataupun orang ternama lainya yang memiliki kehebatan , keanehan , dan mukzijat yang dialami oleh tokoh tersebut , biasanya Hikayat mirip seperti sejarah , atau cerita orang hebat yang memiliki keanehan atau mukzijat dalam hidupnya
Hikayat ini juga berfungsi untuk membangkitkan rasa semangat juang , sebagai hiburan bagi membacanya , atau media yang dipakai untuk meramaikan suatu acara.
2. Sejarah singkat Hikayat ?
Sama dengan yang lain , Hikayat memiliki sejarah sama dengan yang lain , sejarahnya bermula dari
2. Struktur dari Hikayat ?
Dalam Hikayat memiliki sebuah struktur seperti cerita diantaranya :
- Tema : merupakan sebuah gagasan atau cerita yang akan dibahas.
- Alur : merupakan jalan awal cerita atau peristiwa.
- Latar : Menggambarkan suasana , waktu , dan tempat dalam suatu cerita yang di kisah kan.
- Tokoh : merupakan karakter , atau pemeran ( baik itu tokoh sampingan , tokoh utama , tokoh pembantuan , dan lain-lain) yang tercatat atau tertulis dalam cerita tersebut.
- Amanat : Pesan yang disampaikan oleh penulis ( seperti cerita , dongeng , dan lain-laon ) ataupun disampaikan langsung ( seperti tokoh-tokoh perjuangan dalam sejarah ) yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
- Sudut Pandang : merupakan pusat pengisahan dan dari mana suatu kisah itu dimulai.
- Gaya : merupakan bagaimana penulis menyajikan atau menyampaikan ceritanya , baik itu dalam gaya bahasa ataupun unsur-unsur yang dipakai oleh penulis untuk membuat kita seperti berada dalam cerita tersebut.
3.Ciri-ciri yang dipakai dalam Hikayat
-Ciri yang utama adalah menggunakan Bahasa Melayu
-Bersifat statis yang artinya bersifat kaku dan tetap.
-Anonim yang artinya penulis cerita tersebut masih tidak diketahui pengarangnya , atau yang orang sebut adalah Anoymus ( Tanpa Nama)
-Pralogis yang artinya masih ada didalam cerita yang masih tidak masuk di akal.
-Kata yang digunakan , menggunakan bahasa yang arkhais , yang berarti menggunakan bahasa-bahasa yang tidak lazim pada zaman sekarang ini.
4. Tujuan dari cerita Hikayat bagi para membacanya :
Cerita Hikayat kadang membuat beberapa orang bingung saat membacanya karena , kadang dalam ceritanya masih ada menggunakan bahasa yang arkhais ( bahasa yang masih ada dalam cerita tersebut yang tidak lazim). Namun diantara itu semua , ternyata dalam Hikayat terdapat tujuan (sisi positif) diantaranya :
- Membangkitkan rasa semangat bagi para membacanya.
- Untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah yang terjadi di masa lampau
- Mengetahui beberapa tokoh-tokoh yang mempunyai keajaiban dalam kehidupannya.
5. Jenis - Jenis Hikayat
Dalam Hikayat ini terdapat beberapa jenisnya , kita dapat melihatnya dari Historis ( Sejarah ) maupun bagian isinya
*Jenis Hikayat dari Historis atau sejarahnya :
Dalam hal ini , kita dapat melihatnya dari 3 unsur diantaranya
- Hikayat berunsur Hindu , yaitu Hikayat yang berinduk pada dua hikayat utama diantaranya yaitu Hikayat Sri Rama dan Mahabarata , dari kedua kisah ini , akhirnya berkembang menjadi hikayat hikayat lainnya seperti : Hikayat Pandawa Lima dan Hikayat Sri Rama.
-Hikayat berunsur Hindu-Islam yaitu hikayat yang sudah terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.Hikayat ini merupakan hikayat yang berawal dari tradisi Hindu , kemudian diubah sesuai dengan masuknya unsur-unsur Islam , contohnya adalah Hikayat Jaya Lengkara , Hikayat Si Miskin , dan Hikayat Inderapitera.
- Hikayat berunsur Islam yaitu hikayat yang hanya berunsur Islam dan berasal dari tradisi sastra Arab-Persia , contohnya : adalah Hikayat tentang cerita Hikayat 1001 Malam ( Abunawas) , Hikayat Qamar , al-zaman , dan sebagainya.
*Jenis Hikayat dari Bagian isinya
Berdasarkan isinya hikayat bagian isi juga dilihat dari 3 diantaranya :
- Jenis Rekaan contohnya Hikayat Malim Dewa .
- Jenis sejarah contohnya Hikayat Hang Tuah , Hikayat Pattani , dan Hikayat Raja-Raja Pasal
- Jenis biografi contohnya Hikayat Abbudalah dan Hikayat Sultan Ibrahim bin Adam.
6. Contoh Singkat Hikayat
HIKAYAT PANJI SEMIRANG
Satu kerajaan yang mana berita tentang Galuh Cendera Kirana yang mana putri dari Baginda Raja Nata yang amat ta`lim dan hormat kepada orangtuanya akan bertunangan dengan Raden Inu Kini telah terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng . Mendengar berita ini Galuh Ajeng sangat teriris hatinya dan menangislah ia mlihat keadaan ini. Melihat hal ini Paduka Liku yang tak lain adalah ayah dari galuh ajeng sangat menyayangkan hal tersebut. Sangat sedih ia melihat tingkah laku putrinya tersebut.
Tidak hentinya rasa benci, dengki, serta dendam di dalam hati Paduka Liku sehingga ia berencena untuk membunuh Galuh Cendera Kirana serta Paduka Nata. Ia meracuni makanan yang hendak mereka makan yang mana makanan tersebut telah dipersiapkan oleh dayang-dayang istana. Agar jikalau Galuh Cendera Kirana mati maka pastilah putrinya Galuh Ajeng yang kelak menggantikan posisi Galuh Cendera Kirana untuk ditunangkan dengan Raden Inu Kini begitu pula dengan Raja Nata yang apabila mati, kelak Raja Liku yang akan menggantikan posisinya.
Dan pada saat tersebut Raja Liku meminta tolong kepada saudaranya yang juga menteri untuk mencarikan baginya seorang yang pandai membuat guna guna untuk mengguna-gunai raja nata serta putrinya. Setelah di dapatkan dari pencarian yang panjang oleh saudaranya tersebut, disampaikanlah kepada Raja Nata apa-apa yang harus dilakukannya kini sesuai dengan psean dari ahli guna-guna tersebut
*********************************************Sekian******************************************
Sampai disini dulu ya , membahas tentang Hikayat , terimakasih telah membacanya , dan maaf jika ada salah salah kata , sekali lagi terima kasih , dan sampai jumpa di artikel selanjutnya
- Tokoh : merupakan karakter , atau pemeran ( baik itu tokoh sampingan , tokoh utama , tokoh pembantuan , dan lain-lain) yang tercatat atau tertulis dalam cerita tersebut.
- Amanat : Pesan yang disampaikan oleh penulis ( seperti cerita , dongeng , dan lain-laon ) ataupun disampaikan langsung ( seperti tokoh-tokoh perjuangan dalam sejarah ) yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
- Sudut Pandang : merupakan pusat pengisahan dan dari mana suatu kisah itu dimulai.
- Gaya : merupakan bagaimana penulis menyajikan atau menyampaikan ceritanya , baik itu dalam gaya bahasa ataupun unsur-unsur yang dipakai oleh penulis untuk membuat kita seperti berada dalam cerita tersebut.
3.Ciri-ciri yang dipakai dalam Hikayat
-Ciri yang utama adalah menggunakan Bahasa Melayu
-Bersifat statis yang artinya bersifat kaku dan tetap.
-Anonim yang artinya penulis cerita tersebut masih tidak diketahui pengarangnya , atau yang orang sebut adalah Anoymus ( Tanpa Nama)
-Pralogis yang artinya masih ada didalam cerita yang masih tidak masuk di akal.
-Kata yang digunakan , menggunakan bahasa yang arkhais , yang berarti menggunakan bahasa-bahasa yang tidak lazim pada zaman sekarang ini.
4. Tujuan dari cerita Hikayat bagi para membacanya :
Cerita Hikayat kadang membuat beberapa orang bingung saat membacanya karena , kadang dalam ceritanya masih ada menggunakan bahasa yang arkhais ( bahasa yang masih ada dalam cerita tersebut yang tidak lazim). Namun diantara itu semua , ternyata dalam Hikayat terdapat tujuan (sisi positif) diantaranya :
- Membangkitkan rasa semangat bagi para membacanya.
- Untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah yang terjadi di masa lampau
- Mengetahui beberapa tokoh-tokoh yang mempunyai keajaiban dalam kehidupannya.
5. Jenis - Jenis Hikayat
Dalam Hikayat ini terdapat beberapa jenisnya , kita dapat melihatnya dari Historis ( Sejarah ) maupun bagian isinya
*Jenis Hikayat dari Historis atau sejarahnya :
Dalam hal ini , kita dapat melihatnya dari 3 unsur diantaranya
- Hikayat berunsur Hindu , yaitu Hikayat yang berinduk pada dua hikayat utama diantaranya yaitu Hikayat Sri Rama dan Mahabarata , dari kedua kisah ini , akhirnya berkembang menjadi hikayat hikayat lainnya seperti : Hikayat Pandawa Lima dan Hikayat Sri Rama.
-Hikayat berunsur Hindu-Islam yaitu hikayat yang sudah terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.Hikayat ini merupakan hikayat yang berawal dari tradisi Hindu , kemudian diubah sesuai dengan masuknya unsur-unsur Islam , contohnya adalah Hikayat Jaya Lengkara , Hikayat Si Miskin , dan Hikayat Inderapitera.
- Hikayat berunsur Islam yaitu hikayat yang hanya berunsur Islam dan berasal dari tradisi sastra Arab-Persia , contohnya : adalah Hikayat tentang cerita Hikayat 1001 Malam ( Abunawas) , Hikayat Qamar , al-zaman , dan sebagainya.
*Jenis Hikayat dari Bagian isinya
Berdasarkan isinya hikayat bagian isi juga dilihat dari 3 diantaranya :
- Jenis Rekaan contohnya Hikayat Malim Dewa .
- Jenis sejarah contohnya Hikayat Hang Tuah , Hikayat Pattani , dan Hikayat Raja-Raja Pasal
- Jenis biografi contohnya Hikayat Abbudalah dan Hikayat Sultan Ibrahim bin Adam.
6. Contoh Singkat dari cerita a
Hai semuanya , pada kesempatan ini saya akan membawakan artikel berupa hikayat.
1.Apa itu Hikayat ? Hikayat merupakan suatu prosa terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan sebuah kisah cerita , dan dongeng. Umumnya dalam Hikayat ini menceritakan tentang sebuah kehidupan keluarga bangsawan , atau orang suci , ataupun orang ternama lainya yang memiliki kehebatan , keanehan , dan mukzijat yang dialami oleh tokoh tersebut , biasanya Hikayat mirip seperti sejarah , atau cerita orang hebat yang memiliki keanehan atau mukzijat dalam hidupnya
Hikayat ini juga berfungsi untuk membangkitkan rasa semangat juang , sebagai hiburan bagi membacanya , atau media yang dipakai untuk meramaikan suatu acara.
2. Sejarah singkat Hikayat ?
Sama dengan yang lain , Hikayat memiliki sejarah sama dengan yang lain , sejarahnya bermula dari
2. Struktur dari Hikayat ?
Dalam Hikayat memiliki sebuah struktur seperti cerita diantaranya :
- Tema : merupakan sebuah gagasan atau cerita yang akan dibahas.
- Alur : merupakan jalan awal cerita atau peristiwa.
- Latar : Menggambarkan suasana , waktu , dan tempat dalam suatu cerita yang di kisah kan.
- Tokoh : merupakan karakter , atau pemeran ( baik itu tokoh sampingan , tokoh utama , tokoh pembantuan , dan lain-lain) yang tercatat atau tertulis dalam cerita tersebut.
- Amanat : Pesan yang disampaikan oleh penulis ( seperti cerita , dongeng , dan lain-laon ) ataupun disampaikan langsung ( seperti tokoh-tokoh perjuangan dalam sejarah ) yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
- Sudut Pandang : merupakan pusat pengisahan dan dari mana suatu kisah itu dimulai.
- Gaya : merupakan bagaimana penulis menyajikan atau menyampaikan ceritanya , baik itu dalam gaya bahasa ataupun unsur-unsur yang dipakai oleh penulis untuk membuat kita seperti berada dalam cerita tersebut.
3.Ciri-ciri yang dipakai dalam Hikayat
-Ciri yang utama adalah menggunakan Bahasa Melayu
-Bersifat statis yang artinya bersifat kaku dan tetap.
-Anonim yang artinya penulis cerita tersebut masih tidak diketahui pengarangnya , atau yang orang sebut adalah Anoymus ( Tanpa Nama)
-Pralogis yang artinya masih ada didalam cerita yang masih tidak masuk di akal.
-Kata yang digunakan , menggunakan bahasa yang arkhais , yang berarti menggunakan bahasa-bahasa yang tidak lazim pada zaman sekarang ini.
4. Tujuan dari cerita Hikayat bagi para membacanya :
Cerita Hikayat kadang membuat beberapa orang bingung saat membacanya karena , kadang dalam ceritanya masih ada menggunakan bahasa yang arkhais ( bahasa yang masih ada dalam cerita tersebut yang tidak lazim). Namun diantara itu semua , ternyata dalam Hikayat terdapat tujuan (sisi positif) diantaranya :
- Membangkitkan rasa semangat bagi para membacanya.
- Untuk mengetahui tentang sejarah-sejarah yang terjadi di masa lampau
- Mengetahui beberapa tokoh-tokoh yang mempunyai keajaiban dalam kehidupannya.
5. Jenis - Jenis Hikayat
Dalam Hikayat ini terdapat beberapa jenisnya , kita dapat melihatnya dari Historis ( Sejarah ) maupun bagian isinya
*Jenis Hikayat dari Historis atau sejarahnya :
Dalam hal ini , kita dapat melihatnya dari 3 unsur diantaranya
- Hikayat berunsur Hindu , yaitu Hikayat yang berinduk pada dua hikayat utama diantaranya yaitu Hikayat Sri Rama dan Mahabarata , dari kedua kisah ini , akhirnya berkembang menjadi hikayat hikayat lainnya seperti : Hikayat Pandawa Lima dan Hikayat Sri Rama.
-Hikayat berunsur Hindu-Islam yaitu hikayat yang sudah terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.Hikayat ini merupakan hikayat yang berawal dari tradisi Hindu , kemudian diubah sesuai dengan masuknya unsur-unsur Islam , contohnya adalah Hikayat Jaya Lengkara , Hikayat Si Miskin , dan Hikayat Inderapitera.
- Hikayat berunsur Islam yaitu hikayat yang hanya berunsur Islam dan berasal dari tradisi sastra Arab-Persia , contohnya : adalah Hikayat tentang cerita Hikayat 1001 Malam ( Abunawas) , Hikayat Qamar , al-zaman , dan sebagainya.
*Jenis Hikayat dari Bagian isinya
Berdasarkan isinya hikayat bagian isi juga dilihat dari 3 diantaranya :
- Jenis Rekaan contohnya Hikayat Malim Dewa .
- Jenis sejarah contohnya Hikayat Hang Tuah , Hikayat Pattani , dan Hikayat Raja-Raja Pasal
- Jenis biografi contohnya Hikayat Abbudalah dan Hikayat Sultan Ibrahim bin Adam.
6. Contoh Singkat Hikayat
HIKAYAT PANJI SEMIRANG
Satu kerajaan yang mana berita tentang Galuh Cendera Kirana yang mana putri dari Baginda Raja Nata yang amat ta`lim dan hormat kepada orangtuanya akan bertunangan dengan Raden Inu Kini telah terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng . Mendengar berita ini Galuh Ajeng sangat teriris hatinya dan menangislah ia mlihat keadaan ini. Melihat hal ini Paduka Liku yang tak lain adalah ayah dari galuh ajeng sangat menyayangkan hal tersebut. Sangat sedih ia melihat tingkah laku putrinya tersebut.
Tidak hentinya rasa benci, dengki, serta dendam di dalam hati Paduka Liku sehingga ia berencena untuk membunuh Galuh Cendera Kirana serta Paduka Nata. Ia meracuni makanan yang hendak mereka makan yang mana makanan tersebut telah dipersiapkan oleh dayang-dayang istana. Agar jikalau Galuh Cendera Kirana mati maka pastilah putrinya Galuh Ajeng yang kelak menggantikan posisi Galuh Cendera Kirana untuk ditunangkan dengan Raden Inu Kini begitu pula dengan Raja Nata yang apabila mati, kelak Raja Liku yang akan menggantikan posisinya.
Dan pada saat tersebut Raja Liku meminta tolong kepada saudaranya yang juga menteri untuk mencarikan baginya seorang yang pandai membuat guna guna untuk mengguna-gunai raja nata serta putrinya. Setelah di dapatkan dari pencarian yang panjang oleh saudaranya tersebut, disampaikanlah kepada Raja Nata apa-apa yang harus dilakukannya kini sesuai dengan psean dari ahli guna-guna tersebut
*********************************************Sekian******************************************
Sampai disini dulu ya , membahas tentang Hikayat , terimakasih telah membacanya , dan maaf jika ada salah salah kata , sekali lagi terima kasih , dan sampai jumpa di artikel selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar